Organisasi (PA) Bukan Tempat Melarikan Diri

Salam Rimba!

Sehubungan dengan akan datangnya rekan-rekan baru di kampus dan fakultas tempat Perimatrik berkegiatan. Kami ingatkan bagi rekan-rekan yang berpikir untuk bergabung, bahwa: Organisasi kami bukanlah tempat untuk pelarian. Menyikapi begitu mewabahnya ‘kegiatan berpetualang’ yang terjadi tahun belakangan ini, kepada rekan-rekan yang ingin bergabung dengan kami untuk sekedar senang-senang —naik gunung panjat tebing arung jeram— kami mohon maaf, Perimatrik tak sesempit definisi Anda bahwa organisasi kami adalah organisasi senang-senang.

Kami juga bukan sekedar penikmat alam, seperti yang mungkin rekan-rekan kira. Organisasi kami tak sekedar mendaki seperti di film pendakian yang sempat booming kemarin. Organisasi kami tak sekedar bermain memanjat tebing. Tak sekedar berenang-renang di jeram, tak sekedar lomba balap gunung, orienteering segala macam.

Performa anggota organisasi yang kerapkali dipandang sebelah mata karena tampak kumal, jorok, slengekan, penganut kebebasan individu, dan sebagainya. Maka kami tegaskan, kami tak sepenuhnya seperti itu. Kami adalah manusia-manusia yang telah mengumandangkan sumpah sebelum tergabung dalam organisasi.

Organisasi kami ada karena para anggotanya telah bersumpah, sesuai dengan Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, yakni sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air. Maka dari itu, bilamana ada yang ingin bergabung sekedar untuk kepentingan pribadi, krisis eksistensi, lari dari permasalahan kuliah, maka sekali lagi kami mohon maaf, organisasi ini bukan tempat Anda.

Dengan adanya kode etik tersebut, maka ke-‘pecinta alam’-an sekali lagi bukan tempat pelarian, bukan tempat para pemuja kebebasan mutlak. Kebebasan yang halal bagi pecinta alam adalah kebebasan sesuai dengan kode etik. Yakni bebas untuk mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, sehingga timbul kesadaran untuk bertanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air. Hal ini memiliki konsekuensi logis yakni Insan pecinta alam harus berani melakukan upaya pembebasan kepada Bangsa dan Tanah Air, dari segala kebijakan negara yang dapat merugikannya. Pembebasan dari segala kebijakan yang mengekang,negatif, dan merugikan rakyat yang dilakukan oleh Negara.

Tak sepatutnya rekan-rekan yang tak peduli terhadap kebijakan-kebijakan Negara yang merugikan Bangsa dan Tanah Air ini mengikrarkan diri sebagai pecinta alam. Kita bukan pemuja kebebasan, tapi kita menolak untuk tunduk pada kemunafikan berselimut ‘kebijakan’. Sudah saatnya pecinta alam kembali dengan lantang meneriaki kebijakan-kebijakan yang mendzolimi alam, bukan malah lari dari masalah-masalah politik. Bukan malah mengacuhkan kebijakan politik pemerintah dengan berlomba-lomba menggagahi gunung, menancapkan bendera keorganisasian di atas tebing, di dalam goa, di dasar laut sekalipun.

Maka, bagi rekan-rekan yang ingin bergabung dalam organisasi, kami harap untuk terlebih dahulu berpikir, berpikir matang-matang.

P.VIII.005.068.BJ