Mengatasi Cedera Otot

Adalah suatu kepuasan yang tiada tara apabila kita bisa meraih puncak impian, merupakan petualangan yang menakjubkan bisa mengarungi sungai dengan riak gelombang yang besar, dan merupakan petualangan yang tak terlupakan bisa meniti langkah di bibir pantai putih sembari menatap tenggelamnya sang surya keperaduannya, namun berlari tidak sekedar cepat, berenang tidak sekedar basah, mendaki tidak sekedar berani tangguh dan tiba di atas puncak. Kenali juga resiko dan bahayanya dalam melakukan aktivitas di alam terbuka, salah satunya adalah muscle pain.

Secara umum terkilir otot dan sendi adalah dua hal yang sama. Terkilir terjadi karena ada robekan otot. Orang awam biasa menyebutkan otot tertarik. Kondisi ini sering terjadi di daerah paha dan punggung. Sedangkan sendi terkilir atau keseleo terjadi karena peregangan otot berlebihan atau robeknya ligament jaringan penyambung antara tulang satu dengan tulang lainnya. Pergelangan kaki dan lutut adalah bagian otot yang sering mengalami sendi terkilir. Terkilir sendi dapat terjadi ketika sendi mengalami tekanan yang berlebihan, terutama ketika beraktivitas di permukaan yang tidak rata. Bisa juga karena jatuh dalam posisi yang salah atau mendapat putaran berlebihan di bagian otot tertentu. Sedangkan terkilir otot terjadi akibat kontraksi otot berlebihan secara tiba-tiba. Pemanasan yang tidak sesuai dan teknik yang buruk juga memperbesar risiko otot terkilir. Kondisi otot yang kelelahan juga menjadi faktor lainnya.

Berikut beberapa tips yang kami berikan dalam mengatasi cedera otot.

  • Rest

Istirahatkan daerah yang mengalami cedera, hentikan semua aktivitas dan usahakan kurangi aktivitas pada bagian yang mengalami cedera.

  • Ice

Berikan kompresi es pada bagian tubuh yang cedera selama 15-20 menit selama 24 jam pertama, ini akan membantu mengurangi terjadinya pembengkakan,memar, dan rasa sakit

  • Compress

Lakukan balut tekan pada gaian yang cedera, hal ini untuk mengurangi bengkak. Periksa bagian yang di lakukan pembalutan tekan, pastikan aliran darah tetap mengalir.

  • Elevate

Meninggikan bagian tubuh yang cedera ( lebih tinggi dari jantung ), hal ini untuk mengurangi aliran darah pada daerah yang cedera, contoh misalkan cedera pada otot kaki maka angkatlah kaki dan sandarkan pada permukaan yang lebih tinggi.

 

Beberapa tindakan yang telah diulas diatas merupakan tindakan pasca kejadian, alangkah baiknya anda melakukan tindakan pencegahan seperti melakukan peregangan yang cukup, mengecek kuantitas barang bawaan, mengenakan perlengkapan yang telah ditentukan dan jika perlu melakukan persiapan fisik jauh hari sebelumnya.

(P.VI.002.043.PR)