Jangan Tinggalkan Air Mata tapi Tinggalkan Mata Air

Pembukaan lahan dan perusakan hutan di daerah Bandung khususnya semakin banyak saja, seperti yang terjadi di daerah penambangan pasir Desa Campakamekar, Padalarang Bandung Barat. Kelompok pecinta alam KUMPPALA kali ini mengajak PERIMATRIK untuk bekerjasama mengadakan penanaman 3000 pohon pada sabtu dan minggu (31-01/01).

Pembukaan lahan yang dilakukan oleh perusahaan swasta pencari dan pendistribusi pasir membuat tanah di daerah Desa Campakamekar menjadi terkikis dan sudah semakin kritis. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan curah hujan yang tiap tahun semakin tinggi. KUMPPALA dan PERIMATRIK bekerjasama mengadakan penanaman 3000 pohon di lahan kritis di area penambangan pasir Desa Campakamekar dalam rangka meminimalisir rusaknya lahan subur akibat penambangan tersebut.

Kegiatan yang juga melibatkan para KPA di seluruh Bandung Raya ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh KUMPPALA,

Seharusnya kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak November tahun lalu, tapi baru terlaksana di tahun 2015 ini” ujar kang Chiko yang juga merupakan ketua pelaksana penanaman pohon kali ini.

Sebanyak 3000 pohon akan ditanam di kawasan tersebut guna mengembalikan kembali fungsi lahan dan bisa menjadi penahan air agar bisa menanggulangi serta mencegah bencana longsor yang bisa membahayakan desa–desa yang ada dibawahnya. “ Dari target 3000 pohon yang ditanam, kami sudah menanam 500 pohon dan akan dilanjutakan untuk menanam 1500 pohon lagi “ lanjut kang Chiko .

Kesadaran akan lingkungan memang semakin sedikit, orang–orang lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri ketimbang menyelamatkan masa depan yang lebih baik lagi, tercermin dari semakin banyaknya perusahaan–perusahaan nakal yang terus merusaki lingkungan dengan tidak memperhatikan AMDAL, seperti yang diungkapkan kang Deni Kumppala bahwa “ kegiatan penanaman ini merupakan tabungan kita di masa depan, jangan sampai kita meninggalkan air mata tapi tinggalkanlah mata air”.

- P.VII.006.060.TK