Keindahan Kecil Indonesia di Pulau Menjangan

Turun dari kapal, pertama kali menginjakkan kaki

Turun dari kapal, pertama kali menginjakkan kaki

Dengan hamparan pantai yang berpasir putih dan taman bawah laut yang beraneka ragam,  Pulau Menjangan adalah definisi sempurna dari keindahan alam bawah laut Bali bagian barat. Terletak sekiranya 10 km dari lepas pantai Barat Laut Bali, Pulau Menjangan merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kata ‘menjangan’ dalam bahasa Indonesia yang berarti ‘kijang/rusa’. Dinamakan pulau menjangan karena, dulunya pulau ini hanya berisikan menjangan liar yang berenang hingga 1,2 mil ke pulau ini setiap musim semi. Saat ini, tak hanya menjangan saja tetapi juga dihuni oleh petugas PERHUTANI untuk menjaga kelestarian alam dan juga menjangan itu sendiri. Pulau menjangan termasuk salah satu spot diving terbaik di Pulau Bali dan termasuk 10 spot snorkeling terbaik di dunia menurut News Discovery.

Pantai Watu Dodol merupakan akses saya untuk menuju Pulau Menjangan. Letaknya kurang lebih 17 km dari pusat Kota Banyuwangi. Pantainya cukup sepi, enak buat menyendiri ketika galau melanda, heuheu. Di pantai watu dodol, pemandangan latarnya adalah Pulau Bali, rasanya cukup dekat jika kita melihatnya, rasanya ingin mencoba berenang saja kesana, haha. Selain pantai watu dodol, ada juga pantai yang juga menjadi akses wisatawan menuju Pulau Menjangan, yaitu Bunder: Bangsing Underwater, letaknya lebih jauh lagi daripada Pantai Watu Dodol, tetapi kapal yang disediakan cukup besar daripada di Watu Dodol. Di sana, disediakan perahu yang berkapasitas maksimal 6 orang, sedangkan di Bunder bisa sampai 10 orang.

Jam 11 siang kami sampai di sana, istirahat sejenak, kemudian mencari perahu untuk disewa. Harga yang ditawarkan oleh nelayan untuk menuju pulau menjangan waktu itu Rp. 1.300.000, akan tetapi, tentu saja, bisa nego, Gan. Hanya perlu dilakukan tawar menawar dengan sedikit bumbu-bumbu yang lumayan sedaapp. Bilangnya, sih, kalau kami adalah tamu Bupati Banyuwangi, maap lho pak, ngarang cerita dikit, hehe. Alhasil, dapetlah harga Rp. 1.000.000 untuk 5 orang.

Setelah bersiap-siap dan membawa barang yang diperlukan, bergegas kami naik ke perahu.  Dan kemudian perahu yang kami tumpangi pun lepas dari tambatannya dan segera beranjak, bersiap menerjang ombak Selat Bali yang aduhai. Sekitar 2 jam berlayar, kami pun sampai di Pulau Menjangan. Satu kalimat yang saya ucapkan setelah berlabuh di pulau ini “Jancok! Kok sangar e pol!”(perkataan saya ini tentu saja hanya saya ucapkan dalam hati agar tetap terlihat sebagai anak polos) sambil nyengir melihat keindahannya. Hal pertama yang saya lakukan adalah menyaksikan suguhan alam secara horizontal, vertical, 360°, apapun lah itu, sungguh menakjubkan sekali, dengan background perbukitan yang ada di pulau bali, membuat Pulau Menjangan ini sangat damai nan menentramkan untuk dipandang, dan cocok sebagai tempat destinasi jika berlibur di Banyuwangi, pun di Bali. Tapi sayang, banyak sampah nampak berserakan di pantai ini, seperti tak terurus.

Dari tempat berlabuh perahu ini, kami kemudian menuju gapura Pulau Menjangan. Di pulau ini hanya ada satu bangunan yaitu bangunan milik PERHUTANI karena pulau ini termasuk kawasan yang dilindungi. Tak ada bangunan selain itu, hanya gubuk untuk tempat berteduh wisatawan. Di pulau ini tak hanya menyuguhkan pemandangan laut dan juga isinya, tetapi ada juga menjangan yang menarik untuk kita lihat, dibiarkan bebas, tak terikat tidak pula di kandangin seperti di kebun binatang. Kata petugas PERHUTANI, jika siang-siang begini, kijangnya lagi istirahat di hutan, kalau beruntung, anda dapat melihat menjangan datang ke sini–area wisatawan–waktu pagi atau sore dan tak perlu berjalan jauh menuju hutan.

Gapura Selamat Datang di Pulau Menjangan

Setelah capek berjalan-jalan, kami pun rasanya ingin berenang, walaupun tidak ada alat snorkeling tak menjadi halangan untuk kami, toh ada pelampung, setidaknya sudah memenuhi safety, hehe. Kami pun bersiap-siap untuk njebur ke laut, menikmati keindahan biota laut Pulau Menjangan yang indah. Tak terasa sudah 4 jam kami disini, waktu terlihat sudah sore, takut jika ombak mengganas, kami pun berkemas untuk balik ke Banyuwangi. Karena, pas di perahu tadi, bapak nelayannya bilang kalo maksimal sampai jam 3-4 sore. Dan kami pun menyudahi melihat keindahan biota laut di Pulau Menjangan. Yaah, hanya seperti itu lah sedikit petualangan saya untuk menghabiskan waktu berakhir pekan.  See ya!

***

Sedikit tips. Sebaiknya berangkat ke Pulau Menjangan pagi agar puas menikmatinya–jalan-jalan dan berenang–dan pulangnya pun tidak terlalu sore, karena ombak mulai pasang. Dan juga jika ingin menyewa alat snorkeling sebaiknya ketika menyewa kapal atau membawa sendiri, itu lebih baik. Karena, berhubung di Pulau Menjangan hanya ada PERHUTANI, jadi tidak akan ada penyewaan alat snorkelingDon’t missed it!