Mari Basah 2016

Capture2

Dokumentasi Mari Basah 2016.

“Jadi besok mau ada advance gak?” tanya Kamal.

Aku, kak Cuni dan kak tampan (Kamal) ngumpul bertiga di sekre Perimatrik. Hari itu sekre sepi, orang-orang pada ngumpul di danau karena ada acara perayaan Hari Bumi tepat pada tanggal 22 April.

 “Kalau kata aku sih gak perlu ya, soalnya gak terlalu penting ada advance karena tempatnya udah jelas juga” kata kak Cuni.

Oh iya, kami lagi bahas acara Mari Basah yang akan dilaksanakan keesokan harinya, pengennya sih malam itu ada briefing, cuma panitia di acara pada riweh mengurus acara lain. Jadi hanya kami bertiga yang briefing dan advance pun ditiadakan, sebagai gantinya pada hari H mereka berangkat lebih awal dari panitia yang lain dengan susunan timnya ada bang Opik, kak Cuni (putri cengkeh), kak Kamal dan mas Bayu. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat mas Bayu yang mau ditunjuk jadi medis dan sekalian mau jadi advance padahal sudah beberapa jam mendekati hari H.

23 April pun tiba, dengan kesepakatan bersama, kami berkumpul di sekre Perimatrik awalnya kami dan peserta dijadwalkan berangkat pada jam 06.00 pagi. Namun karena beberapa hal akhirnya kami berangkat pada pukul 08.00, barangkali sudah menjadi hal yang biasa molor dari rundown. Di kegiatan ini kami pergi bermain bersama teman-teman di luar organisasi yaitu kak Nana, kak Tami, kak Ole, mas Adit, kak Nadia, Agis, Hartika, Aidil, Robby dan Boy—yang dahulunya mantan siswa Perimatrik, katanya akan mencoba tahun ini ikutan lagi. Waktu mulai menunjukan pukul 08.00 tibalah kami meninggalkan kampus tercinta dengan menggunakan mobil ELF menuju ke sungai Palayangan di daerah Pengalengan. Perjalanan itu memakan waktu sekitar 2 jam. Tidak ada yang berarti selama perjalanan, kebanyakan dari kami memilih istirahat—tidur.

Acara ini cukup matang kami persiapkan. Sebelumya sudah dilakukan beberapa kali survei oleh kak Kamal selaku KORLAP kami. Selain itu, seminggu sebelum acara kami juga melakukan survei bersama dengan personil angkatan Gelung Bhinnekara secara full team ditemani dengan anggota muda kami yang telalu produktif—Kiki.

Saat survei kami melihat-lihat tempat rafting yang akan kami gunakan, lapangan sebelum rafting dan lokasi flying fox. Kebetulan waktu kami survei  ada beberapa kelompok yang sedang bermain, kami pun mengikuti mereka untuk survei spot foto yang bagus untuk acara kami nantinya, alasannya karena kami tidak ingin mengecewakan para peserta dengan foto yang kurang maksimal. Setelah merasa cukup dengan hasil survei akhirnya hal-hal yang sebenarnya tidak penting pun kami lakukan, membuat video lucu dan foto-foto. Kebetulan Gelung Bhinnekara—angkataan saya di Perimatrik—lagi full team, akhirnya Kiki menjadi bahan bully  karena angkatannya yang tidak lengkap dan kami menjadikan Kiki sebagai photographer untuk mengabadikan momen kelengkapan kami waktu itu. Terimakasih Kiki.

Sekitar pukul 10.00 kami tiba di basecamp yang berlokasi di dekat situ Cileunca. Para peserta istirahat sambil bersiap-siap untuk melanjutkan kegiatan. Acara diawali dengan flying fox, games, ngarung di Situ Cileunca dan rafting di sungai Palayangan.

“Mau lagi dong!” kata salah satu peserta yang telah mencoba flying fox.

“Kurang panjang nih” ujar beberapa dari peserta Mari Basah yang telah mencoba wahana flying fox.

Capture

Keceriaan peserta saat acara games.

Wahana ini sengaja ditaruh diawal untuk memacu adrenalin sebelum peserta ngarung di sungai yang sebenarnya. Setelah semua peserta mencoba sembari momen itu diabadikan oleh tim pubdok, kami pun melanjutkan acara dengan bermain games. Games yang pertama adalalah bermain keluarga maris, di games ini yang kalah akan dicoret dengan lipstik (mahal ya permainanya,,,). Games kedua dengan memecahkan balon yang berisi air dan koin. Namun sebelumnya para peserta harus mencari air dalam gelas plastik yang telah disimpan oleh panitia di beberapa tempat dan games terahkir dengan mengoper gelas plastik yang berisi air ke teman paling belakang, tiap tim harus mengumpulkan air sebanyak-banyaknya. Namun sebelumya gelas telah diberi beberapa lubang oleh panitia sehingga membuat peserta semakin basah. Acara kami diliput oleh media partner acara yakni Aksara Telkom dan Student Tel-U. Saat kegiatan berlangsung ada pihak TV nasional yang meliput kami juga. Dan akan ditayangkan pada salah satu acara di TV tersebut  pada hari minggunya.

IMG_2947

Ekspresi peserta saat menikmati jeram Sungai Palayangan.

Saat yang ditunggu para peserta pun tiba, mencoba olahraga arus deras. Namun sebelumya mereka mencoba mengarung di Situ Cileunca untuk belajar teknik dayung serta keselamatan dalam mencoba olahraga itu. Bermain sambil mendapatkan ilmu, merekapun akhirnya melanjutkan pengarungan ke sungai Palayangan dengan debit air yang cukup besar dan jeram-jeram yang disuguhkan cukup menantang. Para peserta cukup menikmati jeram-jeram itu dengan teriakan-teriakan yang terlontar dari mulut mereka. Yang perlu diapresiasi sekaligus dikasihani yaitu pubdok yang harus berlari-lari secara bergantian untuk mengabadikan setiap momen berupa foto dan video sebagai dokumentasi peserta. Mereka saling berlari untuk mengikuti peserta yang menaiki perahu untuk menghasilkan foto yang ciamik. Mereka berjalan dipinggiran sungai dengan melewati perkebunan kopi serta hamparan pepohonan pinus. Ditengah pengarungan para peseta menikmati snack di  sungai dengan arus tenang.

Disisi lain para panitia yang tidak turun dalam pengarungan menunggu peserta di basecamp, kami mengira bahwa mereka masih latihan di Situ Cileunca, ternyata mereka telah selesai bermain di sungai Palayangan. Sekitar pukul 14.00 peserta tiba di basecamp dengan kondisi basah kuyup dan badan menggigil. Sembari mereka membersihkan diri kami mempersiapkan kopi dan teh untuk menghangatkan tubuh mereka.

Diakhir kegiatan kami makan siang dengan makanan yang cukup menggiurkan, ada ayam, telur, tempe, pepes tahu, kerupuk, pisang dan tak lupa dilengkapi sambal. Makanan itu telah dipersiapkan oleh pak Yadi pengelola tempat rafting yang bekerjasama dengan Perimatrik. Sebelum mengakhiri acara kami membagikan kenang-kenangan kepada peserta dan media partner berupa kaktus. Selain itu kami memberikan hadiah kepada mas Adit sebagai peserta terheboh dan terbasah serta Boy sebagai peserta pertama kami. Tak lupa kami memberikan sedikit snack kepada tim Muncrat yang sempat memenangkan games dalam acara Mari Basah. Setelah semua rangkaian acara usai, kami pun pulang kembali ke Dakolifornia a.k.a Dayeuhkolot—bumi perantauan yang aduhai ini.

IMG_2920

Foto bersama peserta Mari Basah 2016.

Akhir kata kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang ikut serta dalam acara Mari Basah: Pak Yadi, Belati Juang, Taruni Abhinaya Senja, Gelung Bhinnekara, Bentang Buntara, Media Partner dan seluruh pesrta Mari Basah. Sampai bertemu di acara Mari Basah selanjutnya, jangan lupa juga akan ada acara Mari Piknik di Semester depan. See you…