PERIMATRIK XII: KELANA PRATISARA  

Logo Kelana Pratisara

Kelana Pratisara adalah angkatan baru di PERIMATRIK. Angkatan ke XII ini telah menjalani Diklatsar ke X PERIMATRIK yang di laksanakan pada tanggal 26 Desember 2016 sampai dengan 2 Januari 2017 di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Nama Kelana Pratisara memiliki filosofi yang diharapkan mampu membawa angkatan ini menjadi yang terdepan dalam perjalanan dan perkembangannya. Kelana Pratisara terdiri dari 2 kata dengan Kelana dari bahasa Indonesia yang berarti “mengadakan perjalanan” dan Pratisara dari bahasa sansekerta yang berarti “pejuang di garis depan”. Filosofi dari nama ini adalah berjalan kesegela penjuru untuk menjadi pejuang yang terus berada digaris depan.

219569

Foto setelah diklatsar

Kami terdiri dari 8 orang dengan komposisi 6 laki-laki dan 2 perempuan yang memiliki karakter berbeda satu sama lain. Namun kami berusaha untuk menyatukan karakter tersebut dan tidak mengikuti ego masing-masing individu, karena tujuan kami adalah untuk terus berusaha menyelesaikan Diklatsar dan menemui titik akhir dari perjalanan. Kami semua sangat berantusias untuk menjadi anggota muda PERIMATRIK. Perjalanan diklat yang kami lalui selama 8 hari bukanlah waktu yang sebentar. Kami tidak lupa untuk selalu bersyukur atas nikmat yang tuhan berikan dalam perjalanan ini, sehingga kami bisa menyelesaikan perjalanan ini dengan waktu 8 hari. Kami selalu percaya akan kehendak Tuhan bahwa proses tidak akan mengingkari hasilnya.

Cerita awal perjalanan kami sebelum menjalani Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) di mulai dari pengecekan alat lalu packing di Sekre PERIMATRIK. Satu per satu tas kami ditimbang beratnya sesuai dengan kemungkinan terburuk yang telah di tentukan oleh Badan Diklat. Setelah itu kita di karantina dan diadakan test untuk menguji keseriusan kita kepada organisasi. Keesokan harinya kita bangun pagi untuk mempersiapkan keberangkatan kita. Setelah mengikuti upacara pembukaan Diklatsar X, kami berangkat dari Lapangan FKB (Fakultas Komunikasi dan Bisnis) dengan menggunakan truk TNI ke kawasan Ciwidey. Sesampainya di titik akhir pengantaran, kami turun dari truk dan mulai membongkar isi tas kami untuk dilakukan pengecekan terakhir perlengkapan Diklat. Setelah semua selesai, kami mulai longmarch beberapa kilometer bersama DanDis (Komandan Medis) serta DanSis (Komandan Siswa). Saat matahari sudah berwarna oranye, kami mulai memasuki kawasan hutan setelah sebelumnya bertanya kepada masyarakat sekitar untuk kebutuhan Ormed (Orientasi Medan). Pada malam hari di hari pertama ini, dua orang dari kami mengalami kelelahan serta ada yang hampir terkena hipotermia. Karena pada malam itu turun hujan yang cukup deras dan membuat jalanan licin untuk dilalui. Namun kami tetap berusaha untuk melakukan mobilisasi tas anggota kami yang sudah tidak kuat lagi.

Sampailah kami di pos 1 untuk mendirikan bivak dan bermalam disitu. Setelah makan dan mengganti pakaian, kami beristirahat untuk mengisi kembali tenaga. Keesokan harinya setelah sarapan, kami melakukan praktik navigasi darat dan man-to-man diawasi oleh DanDik (Komandan Pendidikan) dan beberapa Badan Diklat. Malam hari dihari itu kami melakukan mobilisasi ke pos 2. Medan yang dilalui cukup basah dan sesampainya di pos 2 kita langsung mendirikan bivak dari bahan-bahan alami. Siang esok harinya kita kembali mempraktikan materi, kali ini materi SAR (Search and Rescue) dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Jalur dari pos 2 ke pos 3 ini cukup terjal dan membutuhkan kehati-hatian serta tenaga yang ekstra. Untunglah semua anggota kami selamat dan tidak ada gangguan yang berarti.

Sampai di pos 3 kita kembali mendirikan bivak dan bermalam disana. Di hari ke 4, kita diberi pengetahuan dasar tentang trap dan beberapa makanan yang bisa dikonsumsi di daerah tersebut. Lalu, sore harinya kita dilepas oleh Badan Diklat dengan diberi titik sudut untuk bisa menemui mereka di titik akhir perjalanan. Perjalanan survival ini sungguhlah berat. Bukan hanya soal fisik, mental kami semua pun diuji dalam perjalanan ini. Bagaimana kami bisa bertahan dengan makanan seadanya tetapi fikiran dan mental kita harus tetap kuat untuk bisa menuntaskan perjalanan ini. Kami saling menghibur dan menyemangati satu sama lain, dan setiap perbedaan opini yang muncul harus bisa kami selesaikan dengan kepala dingin. Akhirnya, dengan semangat dan motivasi yang tinggi kita bisa menemui titik akhir dan menjadi anggota muda PERIMATRIK ke XII.

Inti dari perjalanan Diklatsar ini selain untuk mempraktikan materi sebenarnya adalah untuk mendidik kita menjadi manusia yang tangguh fisik dan mentalnya. Seorang pecinta alam harus memiliki jiwa yang kuat dan selalu siap siaga akan setiap kondisi. Diklatsar ini mengajarkan kami untuk bisa tetap tenang dan sabar menghadapi berbagai rintangan, untuk bisa tetap berkepala dingin saat menyelesaikan masalah. Dan yang terpenting adalah untuk tetap berusaha dalam mengejar apa yang kita cita-citakan. Semoga KELANA PRATISARA bisa berkembang bersama PERIMATRIK yang terus jaya!