Keruhnya Hatimu Tak Sekeruh Sungaiku

Sampah, limbah, dan kotoran yang berasal dari rumah tangga, perusahaan dan atau kendaraan merupakan masalah yang serius, yang terjadi pada dekade ini. Bagaimana tidak, usaha untuk menciptakan kebersihan serta kesehatan lingkungan sejauh ini tidak berjalan dan tidak terlaksana sesuai harapan. Kurangnya kesadaran akan lingkunganlah yang menjadi hambatan dalam menciptakan dan mewujudkan kebersihan serta kesehatan lingkungan. Untuk menciptakan kesehatan lingkungan perlu adanya dukungan, kontribusi serta keterlibatan semua pihak. Sebenarnya membersihkan itu mudah, hanya saja yang paling sulit adalah menciptakan kesadaran. Intinya, sebelum mulai mewujudkan serta menciptakan kebersihan dan kesehatan lingkungan yang terpenting adalah upaya penyadaran bagi yang belum sadar akan lingkungan disemua lapisan dan semua kalangan. Jika upaya penyadaran sudah berhasil, mudah untuk menciptakan dan mewujudkan lingkungan yang besih, sehat serta nyaman.

Air limbah adalah air yang sudah menurun kualitasnya karena faktor manusia. Air limbah merupakan campuran antara air dengan berbagai macam kotoran serta zat-zat berbahaya. Tidak hanya berbahaya bagi lingkungan, air limbah juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia terutama limbah yang mengandung bahan kimia yang tidak mudah terurai oleh bakteri pengurai.

sungai

Potret sungai yang telah tercemar limbah pabrik.  (loyalitas-erickson.blogspot.co.id)

Air limbah industri merupakan sisa dari proses produksi yang sudah tidak terpakai lagi, bisa juga berasal dari air hasil pencucian mesin-mesin industri. Proses industri dan pabrik yang sangat beragam tentunya menghasilkn limbah yang beragam pula. Yang berbahaya adalah limbah yang beracun. Untuk itu perlu  adanya pengolahan limbah sampai zat-zat yang ada di dalamnya hilang sebelum dibuang ke saluran air.

Berikut adalah dampak-dampak negatif limbah industri jika langsung dialirkan ke saluran air tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu;

Bagi kesehatan :

  1. Dapat menyebabkan penyakit pencernaan
  2. Menyebabkan iritasi kulit
  3. Menyebabkan iritasi mata
  4. Menimbulkan penyakit jangka panjang
  5. Timbul penyakit yang menular dari rantai makanan

Bagi lingkungan :

  1. Mengurangi keindahan lingkungan
  2. Menurunnya kualitas lingkungan
  3. Merusak dan mencemari ekosistem perairan
  4. Merusak tanaman pertanian
  5. Membuat lingkungan kurang nyaman untuk ditempati
  6. Menurunnya kualitas air
  7. Tanah menjadi kurang subur untuk pertanian

Pengolahan air limbah industri merupakan salah salah cara atau upaya agar limbah yang bersifat cair tersebut tidak tersebar dan mencemari lingkungan sekitar yang ada didaerah industri. Pengolahan air limbah industri sangatlah penting. Baik untuk lingkungan, manusia serta makhluk hidup lainnya. Untuk itu, perlu adanya pengolahan sebelum limbah cair industri siap untuk dialirkan ke saluran air. Berikut adalah sistem pengolahan limbah cair industri:

1. Sistem Lumpur Aktif

Pada sistem ini limbah cair dan biomassa akan dicampur secara sempurna dalam satu reaktor dan diaerasi, dimana tujuan aerasi tersebut adalah sebagai sarana pengadukan dalam suspensi. Setelah itu, air yang telah diolah dapat dialirkan ke saluran air. Sebagian biomassa yang mengendap akan dikembalikan ke bioreaktor untuk diolah kembali. Tujuan dari pengolahan limbah cair dengan sistem ini adalah untuk menyisihkan senyawa karbon, penyisihan senyawa nitrogen, penyisihan fosfor dan untuk stabilisasi lumpur secara aerobik simultan.

2. Sistem Trickling Filter

Prinsip dasar dari sistem ini adalah berpusat pada tumpukan media padat dengan kedalaman kurang lebih 2 meter dan pada umumnya berbentuk silinder. Pada sistem ini, limbah cair akan disebarkan ke area permukaan dari media tersebut dengan syarat lengan distributor berputar agar air dapat mengalir / menetes ke bawah melalui lapisan. Limbah yang mengalir tersebut akan terabsorpsi oleh mikro-organisme yang tumbuh dan berkembang pada permukaan. Apabila sudah mencapai ketebalan tertentu biasanya lapisan biomassa akan terbawa oleh aliran limbah cair menuju bawah yang kemudian akan dialirkan menuju tangki sedimentasi untuk memisahkan biomassa. Adapun tujuan dari trickling filter ini antara lain adalah untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam limbah cair.

3. Sistem RBC

RBC (Rotating Biolocal Contactor) merupakan sistem pengolan limbah cair yang terdiri atas deretan cakram yang dipasang as secara horizontal dengan jarak masing-masing 4 cm. Sebagian dari cakram tersebut akan dimasukkan dalam limbah cair dan sebagian yang lain digunakan sebagai kontak dengan udara.

Ketika as tersebut diputar maka permukaan cakram secara bergantian kontak dengan limbah cair, kemudian kontak dengan udara. Akibat perputaran tersebut adalah tumbuhnya mikroorganisme pada permukaan cakram yang digunakan sebagai lapisan biologis (biomassa) dan kemudian akan mengabsorpsi bahan organik yang ada dalam limbah cair.

4. Sistem SBR

SBR (Squencing Batch Reactor) adalah sistem lumpur aktif yang dioperasikan secara batch (curah). Sistem SBR ini hampur sama dengan sistem lumpur aktif akan tetapi sedikit berbeda. Apabila pada sistem lumpur aktif proses aerasi dan sedimentasi berlangsung dalam 2 tangki akan tetapi pada sistem SBR berlangsung secara bergantian pada tangki yang sama.

Proses pengolahan limbah cair dengan sistem SBR ini terdiri atas 5 tahapan, yaitu tahap pengistan, tahap reaksi (aerasi), tahap pengendapan, tahap pembuangan dan tahap idle. Yang mana 5 tahap tersebut berlangsung dalam satu tabung panjang yang dibuat secara bertingkat.

5. Sistem Kolam

Prinsip dasar sistem kolam adalah dengan menyuplai oksigen dan melakukan pengadukan secara alami sehingga proses perombakan bahan organik menjadi berlangsung dalam waktu lama dan di area yang luas. Pada sistem ini, berbagai jenis mikroorganisme turut berperan aktif dalam proses perombakan.

6. Sistem UASB

Sistem UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket) adalah sistem pengolahan yang berbasis reaktor anaerobik yang paling banyak diterapkan dalam pengolahan berbagai jenis limbah cair. Sistem ini menerapkan proses anaerobik dimana bahan organik akan dikonversi menjadi produk akhir berupa gas metana dan karbon dioksida. Perbedaan antara proses aerobik dan anaerobik terletak pada karakteristik biomassya yang akan menentukan jalannya proses perombakan.

Pengolahan limbah cair dengan sistem ini sudah banyak mengalami perkembangan yang mana berbagai jenis reaktor anaerobik telah dikembangkan lebih lanjut yang diantaranya adalah raktor teraduk secara sempurna seperti fixed bed reactor dan fluidized bed reactor. Salah satu jenis reaktor anaerobik yang sering digunakan dalam pengolahan limbah cair dalam skala teknis adalah UASB ini. Proses jalannya reaktor UASB ini adalah dengan mengalirkan influen dari bawah menuju ke atas yang mana hal ini disebabkan akibat adanya perkembangan dari mikroorganisme yang ada di bawah reaktor.

7. Sistem Septic Tank

Sistem septik tank adalah pengolahan limbah cair yang sangat sederhana. Yang mana dalam suatu sistem septik tank ini proses perombakan limbah cair berlangsung dalam kondisi anaerobik sama seperti sistem UASB, akan tetapi pada sistem septik tank ini harus dilengkapi dengan fasilitas khusus untuk peresapan efluen.

 

Dari penjelasan yang telah dipaparkan diatas, masihkah kita sebagai manusia yang berbudi luhur dan peduli akan lingkungan yang bersih dan sehat membiarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab terus-menerus merusak lingkungan kita?

 

Sumber: ilmugeografi.com