Masa Bimbingan Rock Climbing Kelana Pratisara

Akan kumulai ceritaku…

Panjat Tebing atau bahasa kerennya rock climbing adalah salah satu kegiatan alam bebas, olahraga yang hampir seperti mendaki gunung, tetapi untuk kali ini rock climbing sendiri tidak bisa dilakukan dengan berjalan kaki seperti mendaki gunung pada umumnya melainkan mendaki dengan menggunakan peralatan dan teknik-teknik khusus. Olahraga panjat tebing adalah olahraga yang mengutamakan kekuatan, baik itu fisik maupun mental, kelenturan, ketenangan, harus memiliki skill yang mumpuni, serta kecerdikan setiap individu untuk teliti terhadap tebing itu sendiri. Olahraga panjat tebing memanfaatkan cacat batuan yang terdapat pada tebing tersebut serta peralatan yang sesuai dengan kebutuhan tebing itu sendiri untuk mencapai puncak pemanjatan.

Sebelum memulai mabim rock climbing di gunung Hawu, kami mendapat materi kelas terlebih dahulu, malam itu tepatnya pada tanggal 16 maret 2017. Dalam materi kami dijelaskan tentang sejarah olahraga panjat tebing, sistem pemanjatan, teknik pemanjatan, pengenalan alat, dan cara menggunakan harness dari webbing.

Sebelum kami memulai memanjat di gunung Hawu, terlebih dahulu kami mengaplikasikan semua meteri yang sudah diberikan, lalu mempraktekkannya di boulder dan wall untuk persiapan dilapangan nantinya. Pada tanggal 18 maret 2017 kami latihan di boulder, Boulder sendiri tidak menggunakan tali sebagai alat pengaman, tetapi dengan menggunakan matras sebagai alat pengamanan utama. Diawali dengan mengulas kembali materi yang sudah diberikan, tidak banyak dari kami yang dihukum karena tidak tau jenis-jenis poin, ya karena ini pertama kalinya sebagian dari kami  baru mencoba boulder-an, setelah review selesai kamipun memulai latihan pertama yaitu endurance (ketahanan), disini kami semua dituntut untuk melakukan gerakan di boulder dalam kurun waktu tertentu guna untuk melatih katahanan dan teknik pemanjatan. Setelah endurance selesai dilakukan, kami melanjutkan dengan mencoba beberapa jalur yang diberikan, satu persatu dari kami memulai untuk mencoba jalur tersebut dengan teknik crossing dan double. Pelatihan boulder ditutup dengan pemanjatan bebas dan evaluasi.

Pemanjatan dilanjutkan pada tanggal 19 maret 2017 di wall yang ada di kampus, pemanjatan kali ini sedikit berbeda dengan boulder, jika boulder menggunakan matras sebagai alat pengaman tapi di wall menggunakan tali dinamis sebagai alat pengaman utama. Kali ini pemanjatan pertama yang dilakukan yaitu top rope, yang dimana kami harus memanjat sampai top, tetapi hanya 2 orang dari kami yang berhasil mencapai top, mungkin karena ini pertama kalinya beberapa dari kami mencoba memanjat di Wall. Seluruh materi yang kami aplikasikan di wall akan digunakan dilapangan nantinya, seperti komunikasi dalam memanjat, teknik memanjat, leading, dan observasi jalur. Latihan di wall tentunya ditutup dengan evaluasi dari kami setiap orangnya.

1 minggu beralalu…

Pemanjatan yang sesungguhnya yaitu pemanjatan di tebing tepatnya pada tanggal 25-26 maret 2017 pun dilaksanakan. Kali ini kami berangkat sore hari, sampainya di lokasi matahari pun sudah tak menampakkan lagi cahayanya. Headlamp menjadi penerang malam itu, kami langsung bergegas memasang tenda dan menyiapkan makan malam, lalu kami beristirahat mengumpulkan seluruh tenaga untuk memulai pemanjatan esok paginya. Keesokan harinya, terasa dinginnya pagi itu, dan sinar matahari yang menembus hingga kedalam tenda kami sehingga membuat kamip terbangun dari tidur, rute perjalan yang kurang bagus serta perjalanan yang jauh membuat kami semua kelelahan.

Sebelum kegiatan pagi itu dimulai kami sarapan terlebih dahulu untuk mengisi energi yang sudah terkuras semalam, setelah sarapan selesai kamipun memulai kegiatan. Tak lupa doa yang kami lakukan sebelum memulai kegaiatan. Setelah itu untuk mengingat beberapa materi yang sudah diajarkan, kami me-review ulang materi-materi, dimulai  dari menyebutkan satu persatu nama alat-alat penambat, kemudian mencoba mengaplikasikannya langsung pada tebing. Setelah selesai mencoba alat-alat penambat kami melakukan pemanjatan pertama, pemanjatan top rope pun kami lakukan, ketika salah satu dari kami naik ada satu orang yang menjaga tali dibawah atau yang disebut belayer. Belayer adalah orang yang mengendalikan tali untuk orang yang naik keatas tebing yang dimana tali tersebut harus dipegang erat dan tak boleh terlepas dari genggaman. beberapa dari kami berhasil mencapai top, terdapat beberapa jalur yang diberikan untuk kami hadapi, mulai dari jalur biasa hingga jalur crack yang cukup sulit untuk kami selesaikan.

Doc. Mabim Rock Climbing 2017

Doc. Mabim Rock Climbing 2017

Setelah selesai melakukan pemanjatan top rope, kami makan siang dan bersiap-siap untuk melakukan kegiatan selanjutnya, kegiatan selanjutnya adalah latihan SRT (Single Rope Technique). SRT dilakukan dengan cara naik (ascending), atau turun (descending) melalui tali dengan menggunakan bantuan alat seperti ascender dan descender, serta tali prusik. Materi yang diberikan ketika SRT adalah materi ascending, rapling, serta cara mengunci figure untuk berganti dari posisi naik ke posisi turun/ rapling. Satu persatu dari kami pun mencoba mengaplikasikan materi SRT yang telah diajarkan, disaat salah satu dari kami mulai naik, ada yang menjaga di bawah sebagai back up untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah semua selesai mencoba, kami pun selesai melakukan rangkain kegiatan yang dilakukan di tebing Hawu. Clearing dan packing alat kami lakukan untuk persiapan kembali ke kampus. Tidak lupa sebelum kembali ke kampus kami melakukan evaluasi kegiatan selama berada di tebing dan berdoa kembali untuk menutup rangkaian kegiatan mabim rock climbing ini. Sesampainya di kampus kami mencuci dan membersihkan semua alat yang telah kami gunakan untuk tetap menjaga kualitas alat.

Harapan untuk kedepannya semoga olahraga panjat tebing ini lebih digemari banyak orang seperti olahraga yang lainnya.