Masa Bimbingan Gunung Hutan Kelana Pratisara

Di tulisan ini izinkan saya untuk berbagi cerita mabim gunung hutan angkatan Kelana Pratisara. Rangkaian kegiatan mabim kali ini diawali dengan materi kelas pada rabu malam (5/4/17) di sekre Perimatrik. Kami dibekali ilmu-ilmu seperti navigasi darat, MPP, survival, dan sebagainya. Materi kelas selesai malam itu dengan tugas yang diberikan pada kami. Lusa nya, kami mulai menyiapkan segala perlengkapan untuk keperluan mabim. Kami membagi tugas untuk mengurus bagian logistik makanan, logistik alat, pencetakan peta, dan pembuatan proposal perjalanan. Syukurlah semua persiapan berjalan lancar dan kami berangkat malam harinya.

22:15 kami berangkat dari kampus Telkom University. Rombongan kami terdiri dari 10 orang dengan menggunakan 5 motor. Lalu lintas Bandung pada malam itu sangat sepi dan udara sudah mulai dingin. Kami menuju ke bagian utara Bandung, tepatnya ke Sukawana. Sampai disana, anggota muda (AM) mendirikan bivak dan langsung beristirahat. Kami terbangun pukul 5 keesokan harinya, ternyata pemandangan ditempat ini sangatlah indah. Perkebunan teh terhampar luas sejauh mata memandang. Warna hijau muda teh menyegarkan mata dan fikiran kami yang lelah dengan kesibukan kuliah di kampus. Kami segera memasak, setelah makan dan repacking, kami memulai acara inti mabim. Kami melakukan pemanasan dan lari disekitar kawasan kebun teh. Setelah dirasa cukup, kami diberi sudut 333˚dan kami akan menemui BPH disuatu tempat. Kami harus mem–plotting jalur kami dipeta.

IMG_5516

tepat di camp pertama, AM melakukan orientasi peta dan orientasi medan.

Ada sedikit kendala ketika man to man karena kami melakukannya di kebun teh, ketika membidik kebawah mungkin pandangan akan terlihat luas, tetapi ketika kami harus membidik keatas pandangan kami terhalang oleh teh. Alhasil saat melakukan pembidikan keatas kami hanya bisa melakukannya dengan jarak yang pendek. Perjalanan ini terasa cukup lama, padahal jika dilihat jaraknya tidak terlalu jauh. Mungkin karena selain kami berjalan, kami juga harus tetap fokus pada man to man dan plotting–an di peta. Sekitar pukul 12 siang, kami bertemu BPH dipersimpangan jalan. Disitu kami diberi titik koordinat lokasi untuk memerikasa hasil plotting–an kami. Setelah itu, kami melakukan intersection ke penampakan alam disekitar kami.

Sehabis istirahat sejenak, kami melanjutkan kembali perjalanan plotting yang kedua. Kali ini dengan sudut yang berbeda, yaitu sebesar 98˚. Dan medannya pun lebih berat daripada medan sebelumnya. Ini dikarenakan kebun teh yang sudah tua semakin menghalangi pandangan kami ketika melakukan man to man. Sampai–sampai kami harus mengangkat tongkat kayu yang panjang untuk menandakan lokasi asal man to man. Akibatnya kita jadi terlambat sampai dan kita mengakhiri kegiatan di hari itu. Setelah berjalan sebentar dijalanan berbatu, kita sampai di tempat camp. Kita mendirikan bivak dan langsung memasak. Kita semua lelah setelah menjalani rangkaian acara hari itu. Segera setelah selesai masak kami langsung menghabiskan makanan. Setelah itu, kami semua berkumpul ditenda BPH. Kami mengeval kegiatan tadi, dan setelah itu acara santai. Kami memperbincangkan banyak hal. Mulai obrolan serius tentang organisasi sampai topik–topik ringan tentang  urusan pribadi. Malam itu kami mengobrol sampai larut malam. Sampai akhirnya kami kembali ke bivak dan langsung istirahat.

Keesokan harinya kami bangun agak siang. Tidur kami semalam sangatlah nyenyak. Mungkin karena kita lelah setelah beraktivitas. Kami memasak bersama dengan BPH pagi itu. Sengaja kita memasak hampir semua logistik yang kita bawa karena hari itu hari terakhir. Setelah selesai masak dan makan kita membakar sampah kering dan membawa sampah basah. Lalu kita bersegera packing dan langsung memulai kegiatan plotting lagi. Kami berjalan terlebih dahulu dan diberikan arahan untuk mengikuti jalur kami di hari sebelumnya.  Hari itu cukup panas, namun karena melihat pemandangan yang indah panas pun tidak terlalu membebani kita. Setelah berjalan beberapa menit di jalanan berbatu kami pun sampai. Perjalanan ini cepat karena kita tidak harus melakukan man to man. Sesampainya kami di tempat yang ditentukan BPH, kita pun menyamakan lokasi dengan koordinat dipeta BPH dan langsung melakukan perjalanan pulang. Sebelumnya kami berfoto untuk mengabadikan momen mabim GH. Pemandangan kebun teh sangat cocok untuk dijadikan tempat berfoto.

foto bersama Kelana Pratisara, dengan pemandangan kebun teh.

foto bersama Kelana Pratisara, dengan pemandangan kebun teh.

Setelah puas berfoto, kami kembali ke parkiran lalu beristirahat sebentar. Kami mulai perjalanan pulang kira kira pukul 1:30. Lalu lintas hari itu cukup padat. Mungkin karena itu hari minggu dan banyak orang–orang bepergian. Kami sampai kembali di sekre sekitar pukul 15:40.  Ini adalah rangkaian mabim terakhir untuk angkatan kami. Mungkin setelah ini akan ada evaluasi untuk keseluruhan mabim dan akan ada pengulangan jika dirasa ada yang kurang.  Semoga kedepannya angkatan ke 12 ini dilancarkan segala prosesnya untuk menjadi anggota penuh. Tetap solid kawan!