Peresmian Perpus Gunung “Mendaki Budaya Membaca Bersama Sujiwo Tejo”

Jumat, 26 mei 2017.

Sang senja sudah mulai menghilang di ujung barat. Hawa dingin khas pegunungan mulai menusuk-nusuk sampai ke tulang. Riuh anak-anak lereng Gunung Merbabu di Dusun Thekelan menggema dimana-mana. Masyarakat sekitar sudah mulai berdatangan disusul oleh para tamu dari luar Thekelan untuk menghadiri acara peresmian Perpus Gunung di Dusun Thekelan.

Acara peresmian ini dilaksanakan pada hari kamis, 25 Mei 2017 pukul 19.00 sampai 22.00 di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Acara ini dimeriahkan oleh pertunjukan tari tradisional, musikalisasi puisi dan dihadiri oleh masyarakat sekitar, pecinta alam serta mahasiswa. Pembicara pada kesempatan ini adalah beliau Mbah Sujiwo Tejo yang merupakan seorang dalang, seniman serta penulis.

perimatrik2017-salahsatuanggotaberfotobersamasujiwotejo

Salah satu anggota (Restu, AMP.XII.007.KP) yang sempat mengabadikan momen bersama Sujiwo Tejo.

Acara ini tidak dipungut biaya apapun dan terbuka untuk umum. Dalam acara ini banyak yang hadir menyumbangkan bukunya untuk Perpus Gunung. Dan dalam acara ini pula terdapat stand kopi donasi dari komunitas Anak Gunung Merbabu Merapi (AGMM), para hadirin bebas mengambil kopi yang telah disediakan dengan membayar seiklasnya yang kemudian uang hasil kopi donasi disumbangkan untuk Perpus Gunung.

Perpus Gunung adalah sebuah gerakan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat lereng gunung tepatnya di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Perpus Gunung ini dibuka pada tanggal 2 Mei 2017 dalam memperingati hari buku anak sedunia. Sebenarnya Perpus Gunung ini sudah dimulai sejak bulan Maret 2017. Perpus Gunung menyediakan ruang baca untuk masyarakat sekitar serta para pendaki yang mendaki ke Gunung Merbabu, karena Perpus Gunung berlokasi di basecamp pendakian Gunung Merbabu via Thekelan. Buku-buku yang tersedia di Perpus Gunung meliputi buku pengetahuan, umum, majalah, buku anak, komik, novel, kerajinan, kewirausahaan dan masih banyak lagi. Koleksi buku di Perpus Gunung terkumpul berkat sumbangan dari banyak pihak.

Acara pada malam itu diawali oleh sambutan dari pengelola Perpus Gunung, mas Agung SW. Pemuda asal kota Salatiga, Jawa Tengah. Kemudian disambung oleh sambutan dari Kepala Dusun Thekelan. Acara kedua adalah pementasan tari tradisional oleh remaja putri Dusun Thekelan. Tari tradsional yang dipentaskan antara lain adalah Tari Merak dan Tari Gambyong. Yang ketiga adalah paduan suara pemuda Thekelan bersama Mbah Sujiwo Tejo membawakan sebuah lagu berjudul “Manuk Podang”. Pada kesempatan itu Sujiwo Tejo mengajak serta para hadirin untuk menyanyi bersama. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu talkshow yang berjudul “Pentingnya Budaya Baca”. Mbah Sujiwo Tejo bercerita bahwa beliau baru mulai senang membaca sejak SMA, ketika melihat setiap malam ibunya selalu tidur dengan sebuah buku terbuka di atas dadanya.

Ada nilai yang bisa diambil dari cerita Mbah Sujiwo Tejo:

“Ajakan ayo baca ayo baca buku dari guru, mentri, ataupun presiden sekalian tidaklah berguna. Tetapi kalau dari ibu atau bapaknya gemar membaca, otomatis anaknya juga ikut untuk membaca. Jadi, berguna gitu”

tutur Mbah Sujiwo Tejo dalam acara tersebut.

perimatrik2017-musikalisasiolehnovidansujiwotejo

Musikalisasi puisi oleh Novi bersama Sujiwo Tejo.

perimatrik2017-serahterimakenangkenangandarikadesuntuksujiwotejo

Serah terima kenang-kenangan dari Thekelan untuk Mbah Sujiwo Tejo oleh Bapak Kades.

Acara yang kelima adalah musikalisasi puisi oleh saudari Novi yang merupakan mahasiswi dari UKSW Salatiga bersama Mbah Sujiwo Tejo membawakan puisi berjudul “Jamur” karya Mbah Sujiwo Tejo serta puisi karya Wijhi Tukul yang berjudul “Meditasi Membaca Buku”. Selanjutnya acara ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.