Kisah Nomor Ghaib

cover ukauka

Selamat malam Jumat, Kamerad!

Akhirnya kita dipertemukan kembali dalam satu layar! Sekali lagi Akikuk mengucapkan selamat malam, selamat malam Jumat, selamat beraktivitas, selamat beribadah, dan tentunya selamat membaca.

Ada yang pernah main judi? Hayoloh! Coba ingat-ingat, resapi dan renungkan, gaes. Ada yang tau permainan judi Capjikia? Atau malah lebih dari tau dan sering pasang nomor? Wadaw! Jadi gini nih bagi para pembaca pada umumnya dan gambler pada khususnya. Kali ini Akikuk mau bercerita sedikit tentang teknik yang lumayan mujarab dalam dunia persepakbolaan perCapjikiaan tanah air yaitu teknik NOMOR GHAIB!

Capjikia adalah permainan judi memakai kartu ce kie yang hanya diambil dua belas kartu dari keseluruhan kartu ce kie-nya. Yang mana salah satunya dipilih oleh bandar kemudian diletakkan atau dimasukkan kotak tertutup dan kemudian digantung. Para penjudi (Bahasa Capjikianya: sniper) membeli kupon yang disediakan oleh bandar melalui agen atau tambang untuk menebak salah satu dari 12 kartu ce kie yang telah ditentukan tersebut. Kalau beruntung akan mendapat 10 kali lipat uang taruhan ( 9kali + pembelian kupon).

Setiap penarikan bandar akan mengeluarkan selembar kertas fotocopyan yang berisi petunjuk / teka-teki yang membingungkan (Bahasa Capjikianya adalah: sanepo / syair sonji) dalam bahasa jawa yang agak sulit dipahami. Tetapi biasanya sanepo / sonji yang diberikan bandar bisa mempunyai arti yang banyak dan sering membingungkan, setiap hari biasanya sampai 7 kali penarikan, ada yang menggunakan jam ganjil setiap penarikannya, ada juga yang menggunakan jam genap setiap penarikannya. Setiap kartu / angka mempunyai arti dan nama tersendiri.

 Pembagian Nama Kartu Capjikia

1X (1 merah) nama penyebutannya adalah “Ratu

2X (2 merah) nama penyebutannya adalah “Dhimpil

3X (3 merah) nama penyebutannya adalah “Ciwir

4X (4 merah) nama penyebutannya adalah “Gundul

5X (5 merah) nama penyebutannya adalah “Babi

6X (6 merah) nama penyebutannya adalah “Ningkrang

1= (1 hitam) nama penyebutannya adalah “Pethik”

2= (2 hitam) nama penyebutannya adalah “Plompong

3= (3 hitam) nama penyebutannya adalah “Gunung

4= (4 hitam) nama penyebutannya adalah “Cawang

5= (5 hitam) nama penyebutannya adalah “Kanthong

6= (6 hitam) nama penyebutannya adalah “Kerok

Kenapa penjudi dalam dunia percapjikiaan Tanah Air disebut sniper? Gini geng, jadi aturan mainnya setiap orang yang mau membeli kupon atau memasang nomor harus dan wajib membawa serta lihai menggunakan senapan jenis riffle! Hahaha.

Bukan begitu Kamerad, ini nih yang bener. Simak yaa! Fokus fokus fokus dan konsentrasi. Dalam Capjikia, pemain / gambler disebut dengan sniper. Karena, membeli kupon atau memasang nomor tidak bisa asal-asalan. Jadi kita memikirkan rumus (ini rahasia ahh! Gak akan ku tulis disini. Hihihihi) serta mencocokan sanepo atau sonji. Sonji tiap hari dan tiap jam penarikan berbeda-beda dan tidak pernah sama syairnya. Maka dari itu gambler harus jeli dan harus tepat sasaran dalam membeli kupon. Yaaa karena aturan mainnya dalam pembelian kupon kita bebas untuk memasang nomor apa saja di duabelas nomor atau plong (nomor dalam Capjikia kan ada 12 tuch, nomor itu dalam bahasa perCapjikiaan dinamai “plong”). Jika gambler ingin untung banyak dan nomornya tembus maka memasang nomornya (dalam bahasa perCapjikiaan dinamai “nembak”) harus benar-benar tepat sasaran sekaligus akurat! Toh juga gambler Capjikia dalam membeli kupon diistilahkan nembak. Yaah jadi pas sih menurutku kalau pemain atau gambler disebut dengan nama sniper! Wuakakaka

Aku menggeluti dunia persepakbolaan percapjikiaan nusantara sekitar 2 tahun. Dann Akika pikir ilmu tentang percapjikiaan sudah bisa dibilang cukup lah atau malah bisa dicap berpengalaman! Hihihi jancok swekaliii

Nah dalam seni tembak menembak, ada hal yang terlanjur konvensional dalam dunia percapjikiaan Tanah Air yaitu kegiatan “nyanggar!”. Nyanggar adalah suatu kegiatan spiritual antara sniper dengan dedemit. Biasanya sebelum lapak dibuka atau sebelum penarikan, para sniper melakukan prosesi spiritual nyanggar di tempat-tempat yang tidak lazim dan dianggap angker!

Sebelum prosesi ini sniper harus menyiapkan uba rampe (uba rampe adalah bahasa jawa yang mempunyai arti segala alat dan piranti untuk melakukan ritual) antara lain; mental, partner jika perlu, bunga, kemenyan atau dupa, rokok atau dimik (dimik terbuat dari korek api kayu yang dilapisi oleh kertas bertuliskan angka-angka dalam capjikia yang berjumlah 12. Posisi dimik ini harus sejajar dan sama semua kemudian dimasukkan ke dalam kotak koreknya) sebagai perantara nomor ghaib, korek untuk menyalakan dupa atau kemenyan, dan yang paling penting adalah duit untuk nembak! (budayakan cash jangan ngutang Boi. Wkwkwkwk)

Di daerahku masih marak adanya kancah percapjikiaan nusantara. Partnerku dalam kegiatan tembak menembak yang tentunya juga seorang sniper antara lain; Rowo, Cadhok, Kenthil. Diantara empat sekawan ini, Cadhok  lah yang paling pro dan senior.

Kami sering mengadakan prosesi nyanggar untuk nembak guna mencari untung, hepi dan tujuan utama kami adalah MENGHANCURKAN BANDAR! Huahahahaha

Empat sekawan ini nggak selalu tiap mau nembak harus nyanggar terlebih dahulu. Kadang kala sesuai feeling aja. Hihihihi

Jadi pada suatu hari tanpa sengaja kita bertemu kami kebelet nembak. Jam 22.30 WIKI (Waktu Indonesia Kala Itu) sudah mulai pembukaan jam terakhir atau jam ke-7, ditandai dengan dibuka dan diumumkannya hasil pada jam ke-6 yaitu sekitar jam 22.15 WIKI. Selama jam pertama sampai jam keenam kami belum sempat nembak karena timingnya kurang pas. Nah kami berencana untuk menghancurkan bandar pada jam terakhir ini!

Empat sekawan ini dari siang sudah menyiapkan uba rampe untuk prosesi nyanggar. Jadi malam itu langsung saja kami bergerak serentak pantang mundur sejejak!

Para pemuda kampung ini sudah siap mental dan kebulatan tekad untuk melangkah menuju pemakaman di kampung sebelah. Cadhok yang memimpin kami bertiga. Dengan bermodalkan senter masing-masing satu, jam 22.35 WIKI kami mulai menembus gelapnya malam.

Jarak dari awal start sampai ke pemakaman ini sekitar 10 menit. Pemakaman ini benar-benar gelap gulita, tidak ada penerangan sama sekali kecuali senter kami berempat.

Sebelum masuk ke pemakaman pertama-tama kami mengucapkan salam serta menanggalkan alas kaki terlebih dahulu.

Suasana pemakaman ini sangatlah berbeda, benar-benar mencekam! Tetapi dengan mental baja kami serta keinginan kuat untuk menghancurkan bandar, sampailah kami di tengah-tengah pemakaman ini. Empat sekawan ini memilih tempat di tengah-tengah pemakaman yang terdapat batu besar yang menurut orang-orang adalah gerbang kerajaan jin!!!

Bunga, rokok, dan kemenyan telah diletakkan di samping batu besar itu. Kemudian dibakarlah kemenyan daaan si Cadhok mulailah merapal mantra (entah mantra apa itu, intinya untuk  minta petunjuk alias nomor ghaib untuk senjata kami dalam menghancurkan bandar pada jam terakhir! Hihihi).

Kami menunggu kemenyan sampai terbakar habis sembari menyulut rokok yang sedari tadi berada di kantong celana masing-masing.

Seletah kemenyan terbakar habis, Cadhok mulai merapal mantra kembali. Selepasnya, kami ambil rokok yang tadi di letakkan guna sebagai perantara nomor ghaib. Kemudian kami bergegas untuk keluar dari lokasi ini.

Setibanya di luar area pemakaman, si Cadhok mulai menyalakan rokok perantara tadi. Satu hisapan, dua hisapan, dan terakhir hisapan yang ketiga dengan hisapan paling dalam seedalam-dalamnya (untuk rokok maksimal dihisap 3 kali agar si nomor keluar dengan jelas). Kami mulai mengolak-alik filter rokok sembari meneranginya. Kami amati dengan semangat antusiasme tinggi. Nah sangat terlihat dan tergambar dengan jalas di filter tersebut jukalau terdapat angka atau nomor ghaib (percaya boleh tidak percaya juga boleh. Jika perlu pembuktian nomor ghaib silahkan datang ke Akika. Hihihi). Nomor yang tertera pada filter rokoh hasil sanggaran adalah 5X, Babi! Yessss let’s do it!!!

Kami sudah tidak sabar ingin cepat-cepat ke lokasi tambang capjikia terdekat. Kami mulai mengumpulkan uang masing-masing (nominal tidak disebutkan takutnya kaget. Wuahahahaha). Empat sniper ini memutuskan untuk mengirimkan dua delegasinya, yaitu Akikuk dan si Kentil.

Sekitar jam 23.30 aku dan Kentil mulai berangkat menuju ke rumah sakit tambang terdekat. Dengan bermodalkan nyali dan uang iuran, kami nembak pada jam terakhir. Daan yang kami tembak hanya satu plong, yaitu babi! Setelahnya kami berdua pulang ke basecamp sniper (rumah cadhok hihihihi).

Hasil keluaran jam terakhir diumumkan pada jam 24.15 WIKI. Harap-harap cemas aku menanti apakah gerangan jawaban darimu (Agung Hercules – Astuti :v), ohhh bandarrrrr! Dengan penantian yang lumayan panjang, tibalah pada saat yang berbahagia mendebarkan!!!

Jam dinding penunjukkan pukul 24.15. Nahh artinya diantara kami harus ada yang ke tambang untuk mengecek hasilnya. Berdasarkan musyawarah dan mufakat maka ditunjuklah si Rowo dan Cadhok sebagai delegasi sniper dari kami berempat.

Si Cadhok dan Rowo sudah berangkat ke tambang. Sedangkan aku dan Kentil duduk di dalam basecamp untuk menunggu si delegasi dengan ditemani kopi hitam serta rokok.

10 menit kemudian terdengar suara motor berhenti di depan basecamp. Ternyata ekspektasiku salah. Bukan si delegasi yang datang melainkan si Kipli yang menyempatkan mampir setelah bekerja. Kipli datang dengan membawa satu plastik gorengan. Wuiiih mantap lah terbaeq kawanku yang satu ini. Wkwkwkwk

Selang beberapa saat akhinya si delegasi datang! Mereka membawa kabar gembira bahwasanya kami tembus dan menang banyak (nominal tidak disebutkan takutnya kaget lagi. Bhahahahahasuuu!). Kami berempat senang bukan main sementara Kipli biasa-biasa saja hahahaha

Meskipun kami menang banyak dari bandar, sebanyak-banyaknya kami menang tetap saja bandar tetap juaranya. Istilah kami yang menyebutkan “menghancurkan bandar” hanyalah semata-mata untuk memotivasi kami agar tembus dan untung. Hihihi

Kami emang nggak ada takut-takutnya sama sekali terhadap dedemit dalam dunia per-nyanggaran nasional bahkan internasional! Karena pada dasarnya si dedemitlah yang harusnya takut pada kami, takut jikalau dimintai nomor ghaib. Wkwkwkwkw jancoook!!!

Anak-anak di kampungku sedari kecil tau betul tempat-tempat angker dan banyak penunggunya di sekitar tempat tinggal kami baik karena pengalaman sendiri ataupun berita dari mulut ke mulut. So, jikalau kamerad-kamerad mau main ke kampungku, aku atau teman-temanku bisa menjadi guide tour uka-uka kalian geng! Hihihihi

Bagi yang tidak suka judi jangan ditiru!!! Sekali ikutan nanti ketagihan. Hahahahaha. Nomor ghaib tidaklah selalu benar dan akurat. Hati-hati buat para sniper yang mau nyanggar. Tetap jaga sopan santunnya, dan jangan minta ke ghaib-ghaib lah. Kalo minta sesuatu ke Tuhan atuh! Hehehe

Ehmmmm,, jangan judi juga deh apalagi judi capjikia, nggak baik! Cak Rul pernah mengingatkan atau bahkan memperingatkan para sniper bahkan khalayak umum dalam tembangnya yang berjudul “Capjikia” yang berbunyi (Capjikia bikin pusing hati meranaa, capjikia dapat seribu tombok sejuta! Capjikia sejarahnya nggak bikin kayaa. Capjikia sebaiknya tinggalkan saja!).

Bagi yang mau konsultasi tentang dunia per-nyanggaran dapat menghubungi saya, +628xxxxxxxxxx. Bhahahahahahasuuu!!! (Bercanda sih, Ane sudah kapok dan sudah tobat sambel)

Salam nyanggar! Salam Sniper! Salam nembak! Salam satu plong! Salam tembus! Salam gabluk! Salam mblawus! Salam UKA-UKA!!!