New Zealand van Java

 

 

New Zealand van Java

 “Tersenyum di Lereng Timur Gunung Merapi-Merbabu”

fb

Gunung Merapi-Merbabu dilihat dari sisi tenggara (sumber: CNN Indonesia)

Kabupaten Boyolali adalah kota kecil di sebelah timur Gunung Merapi dan Merbabu. Kota yang mempunyai slogan pembangunan “BOYOLALI TERSENYUM” (Tertib, Elok, Rapi, Sehat, Nyaman Untuk Masyarakat Boyolali) diapit oleh Kabupaten Semarang, Salatiga, Sragen, Sukoharjo, Purwodadi dan Klaten.

Kabupaten yang terletak kurang lebih 15 km dari Kota Solo ini dijuluki sebagai Kota Susu. Tidak seperti Kota Bandung yang terkenal sebagai  Paris Van Java, Boyolali terkenal juga dengan julukan New Zeeland Van Java. Mengapa demikian? Karena Boyolali adalah sentra peternakan sapi perah terbesar yang ada di Jawa Tengah dan tentunya kualitas susunya nomor satu!

Dengan letak geografis yang mendukung karena sebagian besar wilayah Kabupaten Boyolali adalah dataran tinggi maka sangatlah cocok untuk peternakan sapi perah. Selain didukung iklim yang sejuk, ketersediaan pakan dan air bersih juga melimpah bahkan pada musim kemarau sekalipun. Hal ini semakin menjadikan Boyolali sebagai tempat yang ideal untuk sentra peternakan sapi perah penghasil susu murni.

Potensi bisnis susu murni Boyolali ini memiliki prospek yang bagus mengingat pemerintah saat ini menetapkan konsumsi susu murni sebesar 11.09 liter per kapita per tahun termasuk produk olahan mengandung susu. Angka tersebut masih dirasa rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia konsumsi susunya mencapai 36,2liter per kapita per tahun, Myanmar mencapai 26,7 liter per kapita per tahun, Thailand mencapai 22,2 liter per kapita per tahun dan Filipina mencapai 17,8 liter per kapita per tahun.

Tidak hanya sebagai penghasil susu murni dan sentra peternakan sapi perah saja. Di Kabupaten Boyolali juga terdapat sentra untuk produksi olahan yang dibuat dengan bahan dasar susu murni. Produksi olahannya antara lain ; keju, yoghurt, es krim, pie susu, dodol susu, krupuk susu, pudding susu, permen susu dan masih banyak lagi.

saf

Salah satu ikon Kabupaten Boyolali “Gedung Lembu Sora”

(sumber: www.goodnewsfromindonesia.id)

Produksi susu sapi Boyolali tercatat mencapai 120.000 liter per hari. Harganya sendiri sangatlah memprihatinkan yaitu Rp.3600 per liter di tingkat peternak. Hal ini dikarenakan adanya permainan harga dari tengkulak. Pertenak dengan keterbatasan fasilitas seperti milk cooling tak dapat berbuat banyak. Karena jika susu – susu tersebut tidak segera di jual maka akan basi dan peternak justru merugi. Kalau disetorkan ke KUD susu, harga susu berada dikisaran Rp.4000 per liter.

Maka dari itu Disnakan (Dinas Peternakan dan Perikanan) Kabupaten Boyolali akan membentuk BUMD Persusuan guna meningkatkan pendapatan para peternak sapi perah di Boyolali. Pembentukan BUMD Persusuan ini dilatar belakangi kinerja KUD susu yang kurang optimal.

Realisasi BUMD Persusuan ini sesuai dengan Perda nomor 16 tahun 2016 tentang pembentukan susunan perangkat daerah. Dengan direalisasikannya BUMD Persusuan ini, diharapkan tingkat harga susu dari tingkat peternak dapat mencapai lebih dari Rp.5000 per liter.

Dengan adanya pembentukan BUMD Persusuan, maka peluang pasar akan bertambah, sehingga pendapatan bagi para peternak sapi perah akan mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan melalui BUMD Persusuan ini, Pemkab Boyolali akan membeli langsung susu dari peternak dengan harga yang lebih tinggi. Harga susu dapat terdongkrak dan dampaknya adalah kesejahteraan peternak naik.

Daftar pustaka:

  • www.boyolali.go.id
  • bisnisukm.com
  • www.kemenperin.go.id
  • Outlook Susu 2016 terbitan Kementrian Peternakan
  • CNN Indonesia
  • www.goodnewsfromindonesia.id